Terkadang kita kesulitan dalam mengahadapi orang sulit, seperti aku contohnya. Banyak oarng bilang aku adalah orang yang rumit.
Hal itu membuatku mensugestikan diri bahwa aku adalah orang rumit.
Faktanya, aku ini sebenarnya memang rumit. #Lho
Sebenarnya aku tidak rumit, hanya saja aku ini sedikit sulit untuk dipahami, #apabedanya
Cukup. cukup.
Aku ini simple kok,
1. Aku tidak suka jika ada orang lain mencampuri urusanku. Seringkali orang yang berniat membantuku dengan tulus malah disalahartikan sebagai ikut campur. Bukan begitu? Maaf seandainya kata ikut campur ini kurang tepat. Yang jadi masalah adalah, aku kurang bisa memberi porsi antara tegas dan kasar, jadi sikap tegasku terkadang memang sama dengan sikap kasarku. Terkadang, jika bantuan itu ditolak dengan lembut, si pemberi bantuan malah ngotot mau bantu. Nah, inilah yang kusebut ‘ikut campur’. Padahal berkali-kali aku menolak. Menolak bukan berarti sombong lho. Menolak itu bisa mengandung arti lain kan? Misalnya, aku masih bisa menyelesaikan masalah itu sendiri. Jadi, jangan maksa, ya. Tenanglah, tenang.. Kalaupun aku butuh, nanti aku yang akan minta bantuan itu. So, bukan berarti aku rumit dan aneh saat aku menolak diberi bantuan, Oke?
2.

Iklan