Setiap orang memang punya masa lalu. Entah itu yang manis atau pahit. Pengalaman masa lalu yang terjadi pada diri seseorang bisa menjadikan orang itu positif atau negatif. Pengalaman pahit di masa lalu terkadang menyebabkan orang enggan untuk membicarakannya. Untuk apa dibahas.? Itu kan Cuma masa lalu. Itu yang sering dikatakan orang. Memang benar itu hanya masa lalu. Akan tetapi, masa lalu itu bisa kita jadikan pelajaran bukan.? Kita jadikan bahan pembelajaran agar kita tidak terjerumus ke dalam kepahitan yang sama. Pengalaman itu bisa kita jadikan petunjuk arah untuk menentukan apa yang akan kita dapatkan nantinya,  tentu saja dengan mempelajari, menganalisis kesalahan, mencari langkah penyelesaian dan antisipasi jika hal itu terjadi lagi, sehingga kita tidak terjatuh pada lubang yang sama. Itu kalau kita bicara soal ‘masa lalu kita sendiri’.

Lantas, bagaimana dengan ‘masa lalu orang lain’? Terkadang kita kurang bisa menerima orang lain dengan masa lalu yang kurang menyenangkan, atau yang suram sekalipun. Why not.? Setiap orang kan memang punya masa lalu. What about the second chance? Apakah seseorang itu tidak berhak mendapat kesempatan kedua? Seseorang yang tadinya kurang beruntung, apakah tidak boleh memutar roda hidup untuk berada di posisi beruntung.? Yang penting adalah siapa kita sekarang dan bukan siapa kita dulu. Bukan begitu?

Menerima orang lain apa adanya layaknya kita ingin diterima orang lain apa adanya juga, apa itu salah?

Baiklah, ini kan pilihan. Siapapun boleh menentukan sendiri pilihannya, bukan?

Iklan