Posts from the ‘Recycle Bin’ Category

Talking is definitely easier than taking action.


Banyak orang yang minta pendapat, minta saran, dan solusi ke gue soal masalah-masalah mereka. Masalah apa aja pokoknya. Dari yang paling kecil dan paling sepele sampai ke permasalahan yang serius. Dari hal soal ke-miskomunikasi-an sampai ke masalah ke-prinsip-an, bahkan masalah rumah tangga sekalipun.

Gue dengan senang hati ngasih petuah-petuah gue ke mereka. Entah apa yang gue bilang, gue sendiri nggak ngerti.

Tapi tetep aja mereka ngelakuin semua, eh nggak semua sih, beberapa doang. Tetep aja mereka ngelakuin beberapa saran dan pendapat gue. Beberapa hari kemudian, mereka buru-buru ngelaporin, kalau saran-saran dari gue ini ternyata berhasil nyelesaiin persoalan-persoalan mereka itu. Kadang mereka berterimakasih lebay gitu, sampe nraktir-nraktir segala, kadang mereka ngebawain hadiah buat gue sebagai ucapan terima kasih, malah ada diantara mereka yang nawarin gue macem-macem dan bilang kalau semua keinginan gue bakal mereka kasih. Ada juga yang bertingkah seolah-olah gue udah nyelamatin hidup dan mati mereka, padahal gue nggak ngelakuin apa-apa.

Nah, satu hal yang gue nggak habis pikir adalah…

Gue bisa ngasih saran dan ngerekomendasiin sesuatu yang harus mereka lakukan saat ada persoalan-persoalan tadi. Tapi gue sendiri malah nggak bisa ngelakuin hal itu kalo gue ketemu sama persoalan-persoalan macam itu. Emang bener, ngomong itu hal yang paling gampang dilakuin, tapi ngelakuin apa yang diomongin itu emang susah banget.

Kadang omongan keluar dan ngalir gitu aja kayak air terjun. Tapi buat ngerealisasiin itu ternyata nggak segampang membalikan telapak tangan. Butuh niat dan keberanian yang kuat.

Kenapa ya, kalo ngomong itu gampang banget, tapi ngelakuin apa yang diomongin sendiri malah susah?

Mungkin karena takut kali ya? Takut sama resiko yang bakal muncul, takut kalau-kalau tindakan itu nggak menghasilkan sesuatu yang diharapkan, takut kalau-kalau  yang terjadi malah nggak sesuai sama prediksi. Takut kalau yang terjadi malah semakin buruk.

Padahal semua yang dilakukan di dunia ini pasti ada resikonya, entah kecil atau besar.. Yang jadi masalah itu ya berani apa enggak dia ngambil resiko itu.

Kalau gue? Mungkin gue males (baca: takut) ngambil resiko itu. Kecuali kalau udah terlanjur.

Nggak tau deh gimana kronologisnya.

Yang jelas, mungkin waktu orang-orang curhat atau ngomongin persoalan-persoalan ke gue, gue dengan mudahnya ngasih saran ke mereka karena gue nggak ngerasain apa yang mereka rasain. Gue cuma berperan sebagai penonton aja. Dan gue kayaknya emang berpikir pendek karena nggak ngelibatin emosi mereka di dalamnya. Jadi secara general aja, nggak ada rincian-rincian emosi dan perasaan yang mereka rasain. Sedangkan kalo gue ngalamin sendiri, ada emosi-emosi yang bolak-balik di kepala gue yang maju mundur, narik dan ndorong gue buat ngelakuin sesuatu.

Itulah kenapa yang namanya ngomong itu gampang banget dibanding ngelakuin omongan sendiri kali ya…

Iklan

Everybody need to be alone


There are pains everywhere. Everybody get hurts everyday. They have their own matter. When that shit is coming, all they need is to be alone. Thinking. When you find someone seems a sore, then you come close to them, and they ask you to stay away; one thing that you have to do is stay away, no matter what, you don’t need to get upset, what you need to do is to UNDERSTAND THEM and LET THEM BE ALONE. Actually, they want you to keep away because they don’t want to hurt you and they don’t want get mad at you. You know all they need is YOUR UNDERSTANDING.

Burung dalam Sangkar


Tahukah kalian bagaimana perasaan burung-burung yang ada dalam sangkar?

Jadi begini,

Jika burung yang ada di  dalam sangkar  diberi makan dan minum yang cukup, tentu tidak akan menjadi masalah.

Akan tetapi jika burung yang di dalam sangkar tersebut tidak diberi makan dan minum yang cukup, itulah yang namanya nyesek.
Udah dikurung, gak bisa terbang bebas, kehausan, kelaparan pula.
Kasian. Kasian. Kasian.

ckckckck

#apalahjane, ckckck

confession


Right now, I just remember about the most beautiful gift that I have ever had, 🙂

Thanks for everything 🙂

I can still remember your every single words in the single moment:

Kita ini aneh ya? #Hahaha emang bener 🙂

Kita ini lucu.. #Umm.. Boleh jadi, sih 🙂

Kita ini manis.. #Eh, bener juga ya.. 🙂

Kita ini anakayamdaninduknya? #Tek kotek kotek – kotek, anak ayam turun berkotek.. Xixixi kamu yang jadi induk ayamnya ya! :p

Kita ini ayam-bebekpatok-patokan? #Aku bebek yang alergi ayam, ya? 🙂

Kita ini apasajalah.. #Hmm.. setuju, 😀

Intinya, KITASATU.. #Hahaha ngarang, kita kan berdua, :p

Kita ini berdua, tapi bersatu.. #Hah?? -___-“

Kita saling kecewa-marah-tersenyum-menangis.. #Speachless

Tapi nyatanya hari ini, XXX.XXX.XXX detik terlewati.. #Masaaa?

XXX.XXX menit terlampaui.. #Halah,

X.XXX jam terlalui.. #Apa bener-bener ngitung tuh? :p

XXX hari berjalan dalam menjalin cinta dan memupuk kasih.. #Preeeeetttttttt

And then, we prayed,

Tuhan, izinkan kami untuk merajut cerita yang lebih indah lagi,
untuk saling setia saling percaya dan saling menjaga kepercayaan,
untuk saling mencintai dan menyayangi,
untuk saling mengerti dan memahami,
untuk saling menjaga dan menguatkan,
untuk saling mengasihi dan menghormati,
untuk saling menyesuaikan dan menerima kekurangan,
serta untuk saling menyempurnakan.
Jaga kami dalam setiap alunan langkah.
Tenagai kami dalam setiap kesabaran dan segala jalan yang Kau pilih untuk kebaikan kami.

And we said together: Amin ya Allah. 🙂

Well, I am here with my confession.. Got nothing to hide. No more. I don’t know where to start but to show you that I miss you so bad !!!!!!!!!!

0411 (lagi)


Wahai pria baik di sana, janganlah mengungkapkan perasaanmu padaku, karena itu akan membuatku kesulitan bersikap.

Tetaplah seperti ini, menjadi sahabatku, setidaknya sampai waktunya tepat. 🙂

0411


It’s about a boy once more. Oh, come on…..

Well.. He was my classmate  in my first and second grade when I was in Senior High School. He is a kind boy. He is smart, funny  and of course he is a simple boy. We has a beautiful friendship. And now, I don’t know, maybe it’s just my feeling that he just so care to me. It is too much, I think..

I am happy as he care to me, but sometimes I don’t know how to respond about what he did. I am just confused, and still thinking about what to do and what to say..

Hey, Boy.. Could you just be like this.? I mean, just tell me a lie about what your heart is feeling. Tell me that you just want to be nice, no more.

Tell me you don’t love me.. Do not say that you love me, no matter what. Just make me confused about what to do.

Please, I beg…..

Alangkah lucunya negeri ini


Alangkah lucunya negeri ini,

Bahkan di kostku tercinta  yang MENGAKU hots pot area pun mengharuskanku pakai modem -__-”